Pesan dari si Bapak untuk anaknya yang sedang di tanah rantau


selamat sore masbRO

sore ini tau-tau keingetan sama orang rumah
maklum masbBRO saya setahun sekali baru bisa pulang ke rumah saya di bekasi

mungkin enggak sedikit banyak masbRO semua yang senasib sama saya sebagai anak rantau
di artikel ini saya cuma mau share aja
buat masbRO yang hampir lupa dengan warisan yang paling indah dari ortu masbRO

jadi gini masbRO
si bapak itu berasal dari sumatera utara
jadi buat beliau merantau itu adalah suatu budaya,
karena memang rata2 orang batak sang lelaki selalu merantau untuk mencari pekerjaan

dan hal tersebut ternyata menular kesaya
walaupun awalnya bukan untuk bekerja
namun untuk kuliah
jadi saya sendiri pergi merantau dari bekasi ke kota malang
namun siapa sangka, kalau akhirnya saya sampai mendapatkan pekerjaan di malang

mulai dari paling pahit hingga yang paling manis
sudah saya rasakan di tanah rantau ini masbRO
karena kalau boleh jujur, keluarga saya bukan berasal dari keluarga serba kecukupan
yang namanya kiriman, enggak selalu bisa diandalkan
kadang 300rb sebulan, 400rb sebulan
tapi nomonal kecil itu selalu disertai pesan si bapak, ketika menelepon saya dan memberi tahu kalau beliau sudah mengirimkan uangnya, dan pesan itu selalu sama
” pin uangnya udah bapak kirim, di irit-irit ya”
” selalu utamakan makan, yang lain-lalin nanti dulu ”
” selalu ke Gereja (karena kami beragama katolik masbRO) ”
” selalu kabari kami kabarmu ”
” sekali-sekali telepon mama ”
” kasih semangat sama adek2 mu ”
” kamu yang sukses disana, biar bisa membuka jalan buat adek2mu (maklum masbRO tugasnya anak pertama):mrgreen:
ketika itu kata2 pengantar uang 300-400 rb itu
tidak pernah saya pedulikan
bahkan terkadang saya malah mengkritisi dari sisi negatifnya
” telepon darimana , uang aja pas-pasan ”
” ke gereja gimana ongkos sama motor aja enggak ada ”
” makan gimana bisa cukup, sekali ngprint laporan aja kadang bisa 20 ribu”
sampai suatu ketika
pernah saya minta tambahan kiriman dari orang rumah, sebesar 200rb karena tengah bulan uang saya habis
lalu saya telepon si bapak, untuk meminta dikirimi uang,
sibapak menjawab dengan nada tertawa, sambil mengatakan oke, iya pin, 2 hari lagi bapak kirim
begitulah, kata si bapak, akhirnya 2 hari kemudian dikirimlah uang tersebut, namun bukan dalam jumlah 200rb, melainkan 100rb, jujur saya waktu itu agak kesal, lalu tidak lama si bapak pun menelpon,
“pin adanya segitu dulu ya, nanti kalau kurang telepon lagi aja ”
” oh iya pak ” jawab saya”
lalu si bapak memberikan nasehat pengatar kembali
” selalu utamakan makan, yang lain-lalin nanti dulu ”
” selalu ke Gereja ”
” selalu kabari kami kabarmu ”
” sekali-sekali telepon mama ”
” kasih semangat sama adek2 mu ”
” kamu yang sukses disana, biar bisa membuka jalan buat adek2mu”
bulan depannya karena ada liburan selama 2 minggu, akhirnya saya sempatkan untuk mudik kerumah
disana dari segala kegiatan yang saya lakukan, ada suatu peristiwa yang akhirnya menyadarkan saya kalau semama itu saya adalah orang yang bebalnya minta ampun
saat itu saya sedang ngobrol-ngobrol dengan si mama
karena keprihatinan beliau dengan si bapak
kurang lebih begini ungkapan beliau
” pin, bapakmu bilangin, kalau kerja jangan sampe jam 3 pagi2 gitu”
” padahal pagi dari jam 6 udah berangkat ke kantor”
” pulangnya ambil kerja tambahan”

disitulah saya baru sadar masbRO, kalau uang tambahan yang saya dapatkan itu ternyata dari tenaga sisa sibapak, dan menyita waktu istirahatnya yang sudah bekerja seharian,
dari situ saya hanya bisa terdiam
dan, pada suatu hari si bapak ternyata pulang cepat dari kantornya, yang biasanya pulang jam 8 malam
ternyata jam 6 malam sudah sampai rumah,
ternyata tujuan si bapak, hanya ingin mengobrol-ngobrol dengan saya masbRO
dia kangen setengah mati dengan saya
akhirnya, sampai jam 11 malam ada pembicaraan yang membuat saya berubah hingga seperti sekarang
kurang lebih pesannya sibapak seperti ini

” pin…kita ini orang susah ”
” saudara-saudara kita yang udah sukses-sukses itu enggak akan nganggap kita saudara”
” mereka enggak akan mau di susahin sama kita ”
” kamu tahu mama kemaren mau minjem uang sama xxxxx buat adekmu berangkat ke sekolah besok, mereka malah pura2 enggak ada dirumah”
” padahal mereka ada didalem rumahnya”
” makanya, kamu yang sukses pin, begitu kamu sukses, semua orang bakalan nganggap kita saudara”
” angkat semua adek-adekmu ”
” biar semuanya sukses ”
saat itu, saya enggak bisa ngomong apa2 masbRO
karena, saya tahu kalau ada satu kata keluar dari mulut saya,
pasti saya langsung nangis sejadi-jadinya, karena saya benar-benar baru tahu kalau keadaan seperti inilah yang sebenarnya terjadi…
setelah 1 minggu saya dirumah, tiba saatnya saya untuk kembali kemalang karena liburan kuliah sudah habis,
saya akhirnya pamit ke ibu saya, dengan saya peluk ibu saya, dan minta DO’a kepada beliau agar saya bisa sukses
saya masih belum berani memeluk bapak saya, karena saya malu akan semua kesalahan saya kepada beliau
dan saya dibekali semangat dari adik perempuan saya yang sebelum saya berangkat dia mengatakan “pin tadi malem gw mimpi elu pake mobil warna hitam”
mulai dari saat itu, saya tidak pernah meminta orang rumah untuk dikirimi tambahan,
dan kalau ada kekurangan dalam satu bulan, akhirnya saya penuhi dengan mengambil kerja serabutan dengan membuat desain,
hingga saat ini walaupun saya belum lulus kuliah, karena DO’a dari kedua orang tua saya, dan adik-adik saya
saya bisa mendapatkan pekerjaan, dengan gaji yang lumayan,dan saya tidak lagi meminta kiriman uang dari rumah,
dan mulai saat itu juga, pantang bagi saya berkata lelah kalau bapak masih belum mengatakan kalau dia lelah…
hingga saya bisa menjadi orang yang sukses….yang beliau inginkan
hingga saya baru tahu kalau
nasehat yang bunyinya
” selalu utamakan makan, yang lain-laln nanti dulu ”
” selalu ke Gereja ”
” selalu kabari kami kabarmu ”
” sekali-sekali telepon mama ”
” kasih semangat sama adek2 mu ”
” kamu yang sukses disana, biar bisa membuka jalan buat adek2mu”
itu ternyata sudah dikatakan oleh almarhum opung /kakek dan nenek saya ke bapak saya sebelum beliau berangkat merantau ke jakarta, dan akhirnya saya paham kalau kata-kata tersebut adalah warisan yang paling berharga yang sudah diwariskan secara turun temurun di keluarga besar saya…

sampai kapanpun
” selalu utamakan makan, yang lain-laln nanti dulu ”
” selalu ke Gereja ”
” selalu kabari kami kabarmu ”
” sekali-sekali telepon mama ”
” kasih semangat sama adek2 mu ”
” kamu yang sukses disana, biar bisa membuka jalan buat adek2mu”
akan selalu saya pegang pak, tenang saja

oke masbRO….
saya hanya sekedar mengingatkan
setiap dari kalian para perantau, pasti sudah mendapatkan warisan tersebut
dan jagalah warisan tersebut
banyak hal-hal yang tidak akan orang tua kalian katakan kepada kalian

link artikel ini tidak akan saya titipkan ke blog manapun, (seperti kebiasaan saya , maklum blog kecil masbRO:mrgreen: )
dan akan saya persembahkan khusus untuk si bapak ibu dan adik2 saya
yang selalu mendoakan saya setiap hari….

salam satu jiwa masbRO

22 responses to “Pesan dari si Bapak untuk anaknya yang sedang di tanah rantau

  1. aam sbb rr December 16, 2011 at 8:50 pm

    waduh,
    lansung inget kegigihan orang tua saya,
    mulai kerja jam 6 pulang jam 8 malem buat kuliah saya,
    tapi waktu semester 5 saya mulai mendapatkan pekerjaan, jadi gk mau nyusahin ortu lagi,
    sekarang saya sudah bekeluarga, dan di karuniai satu anak!
    dan akan saya ceritakan kepada anak2 saya, betapa cinta, dan mau berkorbannya orang tua bagi kita!
    sumpah s4 nangis aku mas baca artikel ini!

  2. ya2kzzz December 16, 2011 at 9:43 pm

    mangtaaafff🙂

  3. Ari Semarangan December 16, 2011 at 9:50 pm

    terharu ane.
    Jadi keinget ayah ane yg dulu sempet minjem duit dbela2in dari semarang ke weleri kendal ditempuh dg sepeda ontel demi biaya sekolah ane. Hiksg. Hiks. Jd curhat

  4. le_bogs December 16, 2011 at 10:45 pm

    mantap, tapi ‘salam satu jiwa’nya mana masbRO?🙂

  5. newborn December 17, 2011 at 5:58 pm

    waw… jadi keinget saya juga 15hari lagi beangkat merantau😦

    hiks.. biasa dirumah padahal..

  6. bimo96 December 17, 2011 at 8:30 pm

    cerita yg bikin terharu😦

  7. Hourex150L December 20, 2011 at 12:13 pm

    “Utamakan Makan yang lain Nanti dulu”.. Mangstab Lai

  8. karawangtigerrider December 21, 2011 at 6:44 pm

    aaaaaaaaaaaah biasa z artikelnya, cuma bisa bikin ane nangis bombay gara2 pengen pulang dari perantauan:mrgreen:

    aniway ijin nitip kandang macan masbro:mrgreen:
    http://karawangtigerrider.wordpress.com/2011/12/21/hi-krisbow-apa-kabar-mini-toolkit-ku/

  9. Cah Nglegok December 22, 2011 at 8:01 am

    #mbrebesmili

  10. 4201journey December 23, 2011 at 8:07 am

    Indahnya masih memiliki orang tua…
    Jangan sakiti perasaan mereka yaa….
    Ane udah ga punya orang tua lg…
    Menyesal rasanya hikz….

  11. shogun110tromol January 14, 2012 at 2:18 am

    ya ampun saya terharu baca artikelnya😦

    saya juga sebenrnya gak mau ngerepotin ortu, makanya mtor pun juga bekas pegawai ortu, hehehe….biar butut yang penting bisa dipake kuliah……..kebetulan pernah bilang ke ibu saya, “Gapapa motor butut tapi bisa dipake kuliah, daripada naek motor bagus tapi jadi pengangguran.”

    Uang pangkal kuliah aja seharga Vixion lebih dikit, untung bisa dilunasin:mrgreen: walaupun dngan mencicil.

    BTW:bro Katolik juga ya? hehehe…….

  12. andrewfranicohutasoit March 16, 2012 at 10:09 am

    Terharu aku lae baca ceritanya
    aku juga merantau dari Sumut
    jadi merasa bersalah kalau minta uang banyak-banyak
    kunjungi yang ini juga
    http://andrewhutasoit.wordpress.com/2012/03/15/kerak-dari-octane-booster/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: